Potensi Pengembangan Rumput Laut

DSC00631Desa Pesantern Kecamatan Ulujami termasuk salah satu desa pesisir di KabupatenPemalang.Letak geografisnya beradadi daerahpantai utara Pulau Jawa (pantura) dengan jarak sekitar 1 km dari laut.

Secara umum masyarakat Desa Pesantren sebagian besar adalah Pembudidaya tambak dengan hasil komoditas Bandeng dan Udang.

Penurunan daya dukung lingkungan pesisir yang berpengaruh terhadap usaha budidaya tambak khususnya budidaya Udang dan Bandeng menyebabkan sebagian pembudidaya berinisiatif melakukan diversifikasi usaha di areal tambak. Usaha budidaya rumput laut sejalan dengan tujuan diatas mengingat budidaya rumput laut disamping memiliki prospek pemasaran yang cerah juga dapat memperbaiki kualitas lingkungan di sekitar areal pertambakan.

Pengembangan budidaya Rumput Laut Gracillaria Sp di Kabupaten Pemalang telah dilaksanakan semenjak tahun 2003. Centra lokasi pengembangan tersebut di desa Pesantren Kecamatan Ulujami hal ini disebabkan karena kondisi geografis dan potensi lahan yang mendukung.

Rumput Laut aKapasitas Produksi Rumput Laut desa Pesantren mencapai 12.670 kg kerin /bulan. Produksi selama tahun 2006 adalah sebesar 122.470 Rumput Laut kering sedangkan tahun 2007 mencapai 152.040 kg. Sedang produk Th. 2009 sebesar 559.000 kg.Adapun luas tambak yang diusahakantelah mencapai   154 Ha .

Rumput Laut Kering dari desa Pesantren telah dipasarkan sebagai bahan baku industri makanan antara lain melalui perusahaan :

  1. PT. Indoflora Cipta Mandiri, Malang – Jawa Timur.
  2. PT. Agarindo – Jakarta.

Sebaran Luasan Area Budidaya Air Payau

CIMG2809Kegiatan budidaya air payau di dukung oleh keberadaan tempat Pelelangan Ikan Darat, sejumlah 8 (delapan) buah Koperasi Perikanan Darat (KPD) antara lain :

–    KPD Mino Mulyo berada di desa Pesantren
–    KPD Mino Rejo berada di desa Limbangan
–    KPD Mino Tulus berada di desa Mojo
–    KPD Mino Rahardjo I berada di desa Tasikrejo
–    KPD Mino Rahardjo II berada di desa Kaliprau
–    KPD Karyo Mukti berada di desa Ketapang
–    KPD Mino Sarine Rejo berada di desa Blendung
–    KPD Sari Mulyo berada di desa Kertosari

Lahan utama yang potensial bagi perkembangan budidaya air payau terletak di 4 kecamatan yaitu :Luas Tambak Air Payau a

Luas areal tambak di Kabupaten Pemalang + 1.728,3080 Ha serta luas hutan bakau : 1.202,5 Ha dengan kondisi baik : 983,75 Ha dan kondisi kritis : 218,75 Ha.

Sebaran Luasan Area Budidaya Air Tawar

DSC00306Kegiatan budidaya ikan air tawar di Kabupaten Pemalang mencapai total luas area 28,384 Ha. Tersebar pada 14 kecamatan sebagai berikut :

Luas Tambak Air Tawar a
Usaha budidaya ikan air tawar dilaksanakan dengan oleh pembudidaya air tawar di Kabupaten Pemalang dengan luas potensi lahan   sekitar   28,4 Ha yang tersebar di Kecamatan Moga, Randudongkal, Bantarbolang, Warungpring, dan Belik.

Usaha penangkapan ikan di perairan umum juga dilakukan oleh   petani/ nelayan perairan umum dengan luas potensi meliputi 903.40 Ha terdiri dari :

o   Rawa                 :      100  Ha
o   Telaga               :      5.95 Ha
o   Sungai               :      763.5 Ha
o   Genangan Air         :      101.75 Ha
o   Waduk / cekdam       :      22.20   Ha

Potensi Pengembangan Perikanan Tangkap (Jumlah Produksi Tangkapan di TPI)

DSC04156Usaha perikanan laut di Kabupaten Pemalang terpusat di Kecamatan Pemalang, Taman, Petarukan dan Ulujami. Perikanan tangkap di Kabupaten Pemalang ditopang oleh 5 ( lima ) unit Tempat Pelelangan Ikan ( TPI ), masing – masing terletak di Kecamatan Pemalang yaitu TPI Tanjungsari, TPI Asemdoyong di Kecamatan Taman, TPI Mojo, TPI Ketapang dan TPI Tasikrejo di Kecamatan Ulujami. Kabupaten Pemalang memiliki satu Pelabuhan Perikanan Pantai yang terletak Desa Asemdoyong Kecamatan Taman.

Tangkapan cTangkapan a

 

 

 

 

Tangkapan b