Rekapitulasi DPT Pilpres 2014

Berdasarkan hasil pemutakhiran data pemilih yang dilakukan oleh KPU Kabupaten Pemalang, maka pada tanggal 8 Juni 2014 KPU Kabupaten Pemalang menetapkan Rekapitulasi DPT Pilpres Tahun 2014. Dari hasil pemutakhiran tersebut terdapat penambahan jumlah pemilih sebesar 23.023 jiwa. Penambahan tersebut berasal dari adanya pemilih baru baik yang telah memenuhi syarat usia atau yang belum memenuhi syarat usia namun telah menikah. Di samping hal tersebut, penambahan jumlah pemilih juga berasal dari anggota TNI/POLRI yang telah memasuki masa pensiun. Pada Pemilu Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2014 juga mengalami pengurangan jumlah TPS jika dibandingkan dengan jumlah TPS pada Pemilu Legislatif pada bulan April kemarin. Jumlah TPS pada Pilpres Tahun 2014 sebanyak 2.402 yang mengalami pengurangan sebanyak 308 TPS jika dibandingkan TPS pada Pileg Tahun 2014 yang sebanyak 2.710 TPS.
DPT PILPRES

Gunung Slamet Siaga

Kondisi Gunung Slamet  berstatus siaga yang ditandai danya letupan lava pijar

Kondisi Gunung Slamet berstatus siaga yang ditandai danya letupan lava pijar

Gunung Slamet, yang posisinya berada di Kabupaten Banyumas, Purbalingga, Pemalang, Tegal, dan Brebes tersebut, telah dinaikkan status aktivitas vulkaniknya dari “Waspada” atau Level II menjadi “Siaga” atau Level III pada Rabu (30/4) pukul 10.00 WIB.
Peningkatan status dilakukan karena terjadi peningkatan aktivitas seismik gunung tersebut. Pada Selasa (29/4) pukul 00.00-06.00 WIB terjadi 30 kali gempa letusan dan 67 kali gempa embusan asap serta muncul asap tebal kecokelatan hingga kelabu setinggi 150 hingga 700 meter. Selain itu, terdengar 26 kali dentuman dan terlihat luncuran lava pijar sejauh 1.500 meter dari kawah. Semburan lava pijar juga nampak jelas dari puncak Gunung Slamet, khususnya saat malam hari.
Berikut adalah tahapan status gunung berapi :

1. AKTIF NORMAL (Level I)

Kegiatan gunung api dalam keadaan normal dan tidak memperlihatkan adanya peningkatan kegiatan berdasarkan hasil pengamatan secara visual, maupun hasil penelitian secara instrumental.

Makna:
* Tidak ada gejala aktivitas tekanan magma
* Level aktivitas dasar
Tindakan:
* Pengamatan rutin
* Survei dan penyelidikan

2. WASPADA (Level II)

Terjadi peningkatan kegiatan berupa kelainan yang teramati secara visual dan atau secara instrumental.

Makna:
* Ada aktivitas apa pun bentuknya
* Terdapat kenaikan aktivitas di atas level normal
* Peningkatan aktivitas seismik dan kejadian vulkanis lainnya
* Sedikit perubahan aktivitas yang diakibatkan oleh aktivitas magma, tektonik dan hidrotermal
Tindakan:
* Penyuluhan/sosialisasi
* Penilaian bahaya
* Pengecekan sarana
* Pelaksanaan piket terbatas

3. SIAGA (Level III)

Peningkatan kegiatan semakin nyata, yang teramati secara visual dan atau secara instrumental serta berdasarkan analisis perubahan kegiatan tersebut cenderung diikuti letusan/erupsi.

Makna:
* Menandakan gunung berapi yang sedang bergerak ke arah letusan atau menimbulkan bencana
* Peningkatan intensif kegiatan seismik
* Semua data menunjukkan aktivitas dapat segera berlanjut ke letusan atau menuju pada keadaan yang dapat menimbulkan bencana
* Jika tren peningkatan berlanjut, letusan dapat terjadi dalam waktu 2 minggu
Tindakan:
* Sosialisasi di wilayah terancam
* Penyiapan sarana darurat
* Koordinasi harian
* Piket penuh

4. AWAS (Tingkat IV)

Peningkatan kegiatan gunungapi mendekati/menjelang letusan utama yang diawali oleh letusan abu/asap. Berdasarkan analisis data pengamatan, segera akan diikuti letusan utama, untuk kawasan Gunung Bromo pada status tingkat IV diartikan dengan tidak boleh adnya aktivitas disekitar daerah tipologi A dalam hal ini Gunung Bromo ditutup total untuk kegiatan wisata. Begitu juga dengan Gunung Lamongan pada tingkat IV Gunung Lamongan tertutup untuk kegiatan pendakian.

Makna:
* Menandakan gunung berapi yang segera atau sedang meletus atau ada keadaan kritis yang menimbulkan bencana
* Letusan pembukaan dimulai dengan abu dan asap
* Letusan berpeluang terjadi dalam waktu 24 jam
Tindakan:
* Wilayah yang terancam bahaya direkomendasikan untuk dikosongkan
* Koordinasi dilakukan secara harian
* Piket penuh


Sumber : http://www.chockysihombing.com/2010/11/01/tingkatan-status-gunung-berapi/

Wajah Baru Mendominasi Kursi Dewan

Wajah-wajah baru mendominasi kursi DPRD Kab. Pemalang Periode 2014-2019

Wajah-wajah baru mendominasi kursi DPRD Kab. Pemalang Periode 2014-2019

Rapat Pleno Rekapitulasi Perolehan Suara Pemiihan legislatif tahun 2014 telah selesai dilakukan pada Hari Senin 21 April kemarin di Kantor KPUD Kabupaten Pemalang. Meski berlangsung alot dengan banyaknya protes baik dari perseorangan (caleg) maupun dari partai, secara umum dapat berjalan dengan aman dan lancar. Dari jumlah 50 kursi yang ada, bisa dipastikan sekitar 50% lebih di dominasi oleh wajah-wajah baru. Kita semua, khususnya masyarakat Kabupaten Pemalang menaruh harapan yang besar kepada para calon legislatif terpilih yang tidak lama lagi akan menjadi wakil rakyat. Lihatlah masyarakat yang anda wakili dan Perjuangkan…