Nasi Jagung dan Nasi Tiwul bukan Makanan Jadul …….

Distri 2
Menggiatkan kembali produk pangan lokal memang menjadi keharusan, karena ancaman dari produk luar negeri mulai membanjiri tanah air. Karenanya Pemerintah Kabupan Pemalang lewat Kantor Ketahanan Pangan yang di Komandoni Bp. Ir. H. Ruhadi, MSi berupaya terus menggerakkan konsumsi pangan lokal.

Menurut Ir. H. Ruhadi, MSi gerakan konsumsi pangan lokal mesti dimulai dari diri sendiri dan keluarga, utamanya Kantor Ketahanan Pangan sebagai corong konsumsi pangan lokal. Masyarakat sekarang ini lebih suka produk-produk branded, atau makanan siap saji yang di jajakan di supermarket atau PKL (Pedagang Kaki Lima). Masyarakatkan masih berangkapan makan nasi jagung dan nasi tiwul adalah konsumsi masyarakat Jadul atau Kuno, anggapan semacam itu harus diubah.

“Kebiasaan belum makan kalau belum makan nasi harus mulai diubah. Sekarang ini semua orang lebih suka makan nasi. Padahal awalnya mereka makan nasi tiwul dan nasi jagung. Tapi sekarang makan berbasis lokal harus diberdayakan kembali,” katanya.
Untuk menyesuaikan dengan selera masyarakat, bahan baku lokal bisa diolah menjadi beragam makanan. Seperti beras analog dari campuran singkong dan jagung yang rendah gula, makaroni dari jagung, mi sayur rasa tomat dari bahan mokav (tepung singkong), serta mi dari singkong, bahkan Kepala BKP Provinsi Jawa Tengah, Ir. Gayatri Indah Cahyani MSi mengatakan gerakan konsumsi pangan lokal bukan hanya memenuhi makanan secara kuantitas tapi juga kualitasnya. “Ajak masyarakat untuk mengurangi konsumsi beras dan terigu. Pangan lokal lebih baik, sehat dan terjangkau. Untuk meningkatkan kesadaraan hidup, cerdas, dan produktif,” jelasnya.
Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Nasional Ir Sulihati MSi menegaskan pihaknya selalu mendukung untuk mencintai pangan lokal, yang sejalan dengan kegiatan diversifikasi pangan dan ketahanan pangan. Pihaknya pun terus memacu kemandirian pangan, khususnya di Jawa Tengah, karena potensinya cukup besar.
“Singkong, ubi, ganyong harus bisa menggantikan gandum import. Penganekaragaman konsumsi pangan, dengan mengolah bahan lokal harus dikreasikan dengan inovasi model pengolahan pangan yang lebih beragam,” jelasnya.
Anda tertarik …….?

Kegiatan Sie Konsumsi dan Keamanan Pangan Tahun 2014

1. Opttimalisasi pemanfaatan paekarangan melalui konsep KRPL sumber dana berasal dari Dana Dekonsentrasi APBD Propinsi Jawa Tengah dengan lokasi wilayah kegiatan di Kecamatan Taman (Desa Jebed Utara, Desa Cibelok, Desa Banjardawa, Desa Taman) Kecamatan Pemalang (Desa Sewaka, Desa Kramat, Desa Bojongnangka) Kecamatan Comal (Desa Sarwodadi, Desa Pecangakan) Kecamatan Ulujami (Desa Pesantren) Kecamatan Bodeh (Desa Kebandungan) Kecamatan Ampelgading (Desa Cibiyuk, Desa Losari) Kecamatan Randudongkal (Desa Kecepit, Desa Banjaranyar) Kecamatan Bantarbolang (Desa Sarwodadi, Desa Suru) Kecamatan Moga (Desa Sima, Desa Kebanggan) Kecamatan Warungpring (Desa Cibuyur) Kecamatan Pulosari (Desa Batursari, Desa Cikendung, Desa Karangsari) Kecamatan Belik (Desa Mendelem, Desa Kuta, Desa Badak, Desa Gombong) Kecamatan Watukumpul (Desa Watukumpul) Kecamatan Peterukan (Kelurahan Petarukan)

2. Intervensi pengenalan konsumsi pangan B2SA bagi siswa SD/MI sumber dana APBD Propinsi dengan lokasi kegiatan di SD Negeri 07 Purwohardjo Kecamatan Comal.

3. Bantuan alat penanganan kantin sekolah sumber dana APBD Propinsi dengan lokasi kegiatan di SD Negeri 02 Kebondalem Kecamatan Pemalang.

4. Optimalisasi pemanfaatan pekarangan / P2KP sumber dana APBD Propinsi dengan lokasi kegiatan Desa Sokawangi, Desa Jrakah, Desa Pedurungan (Kec. Taman) dan Desa Gunungtiga, Desa Beluk Kecamatan Belik.

5. Penyuluhan sumber pangan alternatif sumber dana APBD Kab. Pemalang lokasi wilayah Kab.Pemalang

6. Pengembangan diversifikasi pangan sumber dana APBD Kab. Pemalang wilayah Kab.Pemalang

7. Peningkatan mutu dan keamanan pangan sumber dana APBD Kabupaten Pemalang dengan lokasi kegiatan Kecamatan Comal, Bantarbolang, Belik dan Kecamatan Pulosari

RESEP GOMBYANG PEMALANG

Bahan
400 gram daging sapi,potong dadu
¼ butir kelapa,parut,sangrai

Haluskan

8 butir bawang merah
4 siung bawang putih
4 buah keluwak,rebus,ambil daging buahnya
2 sdt irisan gula merah
2 sdt garam
3 sdm tauco
2 lembar daun salam
2 batang serai,memarkan
1 ½ liter air
2 sdm bawang goreng

Cara Membuat Resep Masakan Soto Gombyang (Pemalang)
1.Campur daging dengan kelapa sangrai,bumbu halus,dan bumbu lainnya.
2.Rebus sampai daging empuk dan air berkurang.Angkat,sajikan dengan taburan bawang goreng.
(Untuk 5 orang)

PIZZA SUKUN KHAZ JAWI

Bahan

200 gram margarin
150 gram gula pasir halus
100 gram talas kukus, dihaluskan
150 gram coklat masak pekat, dilelehkan
4 butir telur
150 gram tepung terigu protein sedang
25 gram coklat bubuk
25 gram tepung maizena
1 sendok teh baking powder
100 gram santan kental instant
50 gram kismis, dipotong 2 bagian

Cara Membuat

Terlebih dahulu margarin dan gula pasir halus dikocok hingga lembut
Tambahkan talas, kocok rata, dan masukkan coklat masak pekat leleh, kocok rata.
Tambahkan telur satu persatu bergantian dengan tepung terigu, coklat bubuk, tepung maizena, dan baking powder sambil diayak dan dikocok perlahan.
Tuang santansedikit demi sedikit sambil dikocok perlahan.
Tambahkan kismis kemudian aduk rata.
Tuang di loyang diameter 22 cm, tinggi 4 cm yang telah dioles margarin dan dialas kertas roti.
Oven 50 menit dengan suhu 180 derajat C

HARI PANGAN SEDUNIA KE 34 TAHUN 2014

Peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) dimulai sejak Food and Agriculture Organization (FAO) menetapkan World Food Day melalui Resolusi PBB No. 1/1979 di Roma Italia, dimana dipilih tanggal 16 Oktober yang bertepatan dengan terbentuknya FAO. Sejak saat itu disepakati bahwa mulai tahun 1981, seluruh negara anggota FAO termasuk Indonesia memperingati HPS secara Nasional pada setiap tahun.

Penyelenggaraan HPS di Indonesia dijadikan momentum dalam meningkatkan pemahaman dan kepedulian masyarakat dan para stakeholder terhadap pentingnya penyediaan pangan yang cukup dan bergizi, baik bagi masyarakat Indonesia maupun dunia. Rangkaian kegiatan peringatan HPS tersebut diharapkan dapat menstimulasi peningkatan pemahaman dan kepedulian terhadap penyediaan pangan, melalui berbagai kegiatan seperti seminar, pengabdian masyarakat, gelar pengembangan teknologi, perlombaan dan tour diplomatik bagi para Kedubes negara luar negeri bagi Indonesia.

Tema:
“PERTANIAN BIOINDUSTRI BERBASIS PANGAN LOKAL POTENSIAL”

Tujuan Umum:
Meningkatkan pemahaman dan kepedulian masyarakat dan para stakeholder terhadap pentingnya penyediaan pangan yang cukup dan bergizi, baik bagi masyarakat Indonesia maupun dunia.

Tujuan Khusus:
1. Memperkuat kerjasama dan membangun koordinasi fungsional yang efektif dengan melibatkan seluruh komponen pemerintahan dan masyarakat dalam rangka mempertahankan ketahanan pangan nasional.
2. Menstimulasi dan memotivasi para stakeholder untuk berpartisipasi aktif dalam pembangunan ketahanan pangan dan penyebaran teknologi yang efektif dan efisien untuk peningkatan produksi pangan.
3. Penyebaran informasi kepada masyarakat tentang pentingnya optimalisasi sumber daya lokal untuk kemandirian pangan.
4. Meningkatkan Pemahaman dan kepedulian masyarakat dan para stakeholder terhadap pentingnya penyediaan pangan yang cukup dan bergizi.
5. Sebagai ajang promosi dan edukasi dalam rangka katahanan & kemandirian pangan.

Tempat Penyelenggaraan Hari Pangan Sedunia:

Tingkat Nasional
Tempat : Makassar, Sulawesi Selatan
Tanggal : 6 – 11 November 2014

Sekretariat Penyelenggaraan Hari Pangan Sedunia:

Tingkat Nasional
SEKRETARIAT PATANI
Gedung SMESCO UKM Lantai 16
Jl. Gatot Subroto Kav. 94
Jakarta Selatan – 12780
Telp : + 62 21 79197088
Fax : + 62 21 79199067
email:
pp.patani@pandutani.or.id

Mengenal Bekatul Lebih Jauh

bekatul2

Bekatul atau rice bran adalah hasil samping penggilingan padi terdiri yang dari aleurone layer, seed coat, dan germ. Bekatul merupakan produk samping penggilingan beras yang terdiri dari 10 persen dari proses penggilingan padi menjadi beras (Shih, 2003). Rice brandalam bahasa Indonesia lebih dikenal dengan nama bekatul, Jumlah produksi bekatul berbanding lurus dengan produksi beras, artinya di Indonesia yang mayoritas penduduknya menjadikan beras sebagai pangan pokoknya, sehingga hasil samping bekatul pun jumlahnya semakin besar. Sebagai gambaran berdasarkan data BPS, produksi padi di Indonesia tahun 2010 mencapai 65,98 juta ton gabah kering giling. Dengan 10 persen dari total produksi padi dapat menghasilkan bekatul, maka diperkirakan akan dapat menghasilkan 6,59 juta ton bekatul.

Sangat disayangkan, sampai saat ini pemanfaatan bekatul masih sangat terbatas, yaitu hanya sebagai pakan ternak. Padahal, laporan penelitian menyebutkan bahwa bekatul mengandung komponen bioaktif pangan yang bermanfaat bagi kesehatan, sehingga bekatul sangat berpotensi untuk dikembangkan menjadi pangan fungsional yang bernilai gizi dan menyehatkan.
Kandungan dan manfaat dari bekatul
Komposisi kimia bekatul sangat bervariasi, tergantung kepada faktor agronomis padi, termasuk varietas padi, dan proses penggilingannya. Bekatul kaya akan vitamin B komplek (B1, B2, B3, B5, dan B6), vitamin E (tocopherols dan tocotrienols), carotenoids, asam lemak esensial, dietary fiber, asam amino, g-oryzanol, polyphenols, mineral, dan phytosterols. Komponen-komponen bioaktif bekatul banyak terdapat pada pada bagian seed coat dan aleurone layer.
Manfaat bekatul diantaranya adalah menurunkan secara nyata kadar kolesterol darah, yaitu low density lipo-protein (LDL) colesterol dan very low density lipo-prortein (VLDL) colesterol, serta dapat meningkatkan kadar high density lipo-protein (HDL) kolesterol darah. Kemampuan bekatul dalam menurunkan kadar kolesterol disebabkan adanya kandungan g-oryzanol dan kandungan asam lemak tidak jenuh.
Manfaat lain dari bekatul adalah memiliki kemampuan menurunkan tekanan darah dan meningkatkan metabolisme glukosa dengan menggunakan hewan percobaan, yang disebut stroke-pronespontaneously hypertensive rats (SHRSP); spesies tikus yang secara genetik mengalami hipertensi dan hiperlipidemia. Mekanisme penurunan tekanan darah melalui penghambatan kerja enzim angiotensin I-converting enzyme (ACE); suatu enzim yang bertanggung jawab terhadap peningkatan tekanan darah.
Di beberapa negara maju, khususnya di Jepang dan Amerika Serikat, kandungan asam amino yang terdapat pada bekatul telah disuplementasi ke dalam produk-produk kecantikan. Produk-produk tersebut antara lain sabun mandi, pelembab dan pembersih kulit, serta pelembab muka. Tujuan penggunannya adalah untuk menjaga dan meningkatkan kesehatan kulit. Kandungan asam amino yang terdapat pada bekatul diketahui sangat sesuai untuk memberikan efek perlindungan kulit.
Bekatul juga mengandung asam ferulat (ferulic acid), yang telah diketahui secara luas sebagai antioksidan dan bahan fotoprotektif. Asam ferulat akan melindungi asam lemak melawan kerusakan oksidasi yang disebabkan oleh berbagai jenis polutan, peroksida, dan radikal bebas yang dibentuk selama proses metabolisme tubuh.

Bagaimana mengetahui bekatul yang baik
Kandungan lemak pada bekatul mencapai 20 persen, hal ini dapat menyebabkan penurunan mutu pada bekatul, yaitu terjadinya ketengikan. Kandungan air yang terdapat di dalam bekatul juga dapat menjadi faktor pemicu terjadinya proses hidrolisis lemak. Oksidasi lemak pada bekatul dipercepat karena adanya aktivitas enzim lipase yang menghidrolisa lemak pada bekatul menjadi asam lemak bebas yang bersifat labil (mudah mengalami oksidasi). Kemudian rasa pahit ditimbulkan oleh senyawa peptida hidrofobik dengan berat molekul rendah hasil hidrolisis protein oleh enzim protease.
Untuk bisa menjadikan bekatul sebagai pangan yang food grade dan bisa awet, maka komponen penyebab kerusakan dari bekatul harus dihilangkan dan/atau dihambat. Tetapi tetap harus menjaga komponen bioaktifnya, agar tidak hilang atau meminimalisasi kehilangan.
Dengan proses stabilisasi menggunakan suhu dan waktu tertentu (pemanasan) akan dapat dihasilkan fiber ingredient dan proses ekstraksi yang selanjutnya dapat menghasilkan minyak dan bahan non-minyak. Penggunaan bekatul di luar negeri (misalnya di Jepang atau USA) secara komersil diperoleh dengan mengekstraksi bekatul menjadi minyak goreng. Selain itu telah digunakan dalam industri pangan, dimana bekatul dimanfaatkan sebagai bahan baku industri farmasi dan industri kecantikan.

Cara penyimpanan bekatul
Setelah proses stabilisasi, penyimpanan bekatul-awet memegang peranan penting agar bekatul tidak mudah rusak. Kerusakan bekatul-awet kemungkinan dapat disebabkan oleh ketengikan akibat terjadinya oksidasi atau hidrolisis kandungan lemak yang terdapat pada bekatul-awet. Dengan kandungan air berkisar antara 6-7 persen, bekatul-awet baik disimpan dalam tempat yang dingin dan kering, sehingga tidak mudah ditumbuhi oleh mikoorganisme perusak. Bekatul-awet dapat disimpan dalam kemasan plastik (contohnya polyethylene atau PE) agar memberi perlindungan terhadap terjadinya pencemaran, kerusakan fisik, dan dapat menahan perpindahan gas dan uap air.

(Sumber BKP Prop Jabar ; Dedi Suherman)

NASI GROWOL

Bahan :

1000 gram Tepung gaplek
100 gram tepung jagung
4 sdt Garam
200 ml Air Hangat
4 lbr Daun pandan

Cara Membuatnya :

Campur tepung gaplek, tepung jagung dan garam
Uleni dengan air hangat sedikit demi sedikit sampai rata dan berbentuk butiran kasar.
Kukus adonan dengan menambahkan daun pandan kurang lebih 1 jam.
Siap disajikan

HIDUP SEHAT DENGAN PANGAN LOKAL

Pangan merupakan komoditas strategis pada suatu bangsa sebagai kebutuhan mendasar bagi rakyatnya untuk hidup sejahtera. Jaminan pemenuhan kebutuhan pangan untuk sampai ke tingkat rumah tangga merupakan tanggung jawab pemerintah, seperti tertuang dalam UU no 18 tahun 2012 tentang Pangan.

Dukungan kebijakan pemerintah merupakan salah satu hal penting dalam menyukseskan diversifikasi konsumsi pangan terkait pada pencapaian ketahanan pangan berkelanjutan, dalam hal jaminan ketersediaan pangan pokok penduduk pada tingkat harga yang terjangkau. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bekerjasama dengan Perguruan Tinggi dan Lembaga Riset milik Negara, dalam hal ini BBPT Kemenristek mengembangkan pangan lokal berbasis teknologi.

Pengembangan teknologi pengolahan diperlukan untuk mempercepat mewujudkan diversifikasi konsumsi pangan. Teknologi pengolahan diharapkan dapat menghasilkan pangan yang lebih bermutu, menarik, disukai dan terjangkau oleh masyarakat.

Peluang dan tantangan lain yang melingkupi pengembangan keanekaragaman pangan pada masa yang akan datang adalah perkembangan teknologi pangan yang semakin maju sekaligus mudah diimplementasikan. Pendayagunaan teknologi yang sesuai akan menjadi faktor menentukan keberhasilan proses penganeka-ragaman pangan. Beberapa komoditas lokal seperti ganyong, gembili, garut dan komoditas lainnya (yang nyaris tidak dikenal lagi) dapat dikembangkan sebagai pangan alternatif. Kandungan karbohidrat dan protein pangan tersebut dapat mensubtitusi penggunaan komoditas pangan utama pada aneka produk pangan.

Salah satu kegiatan Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan dituangkan dalam bentuk promosi pangan lokal melalui berbagai media seperti media cetak, elektronik, gerakan, kampanye, pameran, lomba, dan lain – lain secara terus menerus dimaksudkan untuk menurunkan konsumsi beras per kapita di tingkat rumah tangga pada khususnya dan membangun kesadaran seluruh komponen masyarakat akan pentingnya penganekaragaman konsumsi pangan berbasis sumber daya lokal.

Pada Selasa, 18 Agustus 2014 lalu, Badan Ketahanan Pangan telah menyelenggarakan Gerakan Konsumsi Pangan Lokal di Lapangan Tarubudaya, Jl. Gatot Subroto – Komplek Pertanian Tarubudaya Ungaran. Kegiatan ini bertujuan salah satunya untuk memperbaiki mutu konsumsi pangan masyarakat melalui penurunan konsumsi beras dan peningkatan konsumsi pangan pokok selain beras yang diimbangi dengan konsumsi pangan hewani, sayur dan buah.

Gerakan Konsumsi Pangan Lokal dihadiri dan dipimpin oleh Bapak Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo beserta Ibu, dengan peserta 500 orang terdiri dari siswa SDN Ngesrep 02 Semarang, SMP Negeri 03 Ungaran, SPMA H. Moenadi Ungaran, SKPD Lingkup Prov. Jateng, Kepala Badan/Kantor Ketahanan Pangan Kab/Kota se Jawa Tengah, Organisasi Wanita, pengusaha catering serta UKM di Jawa Tengah yang memamerkan produknya di sekeliling tempat acara.

Peserta Gerakan Konsumsi Pangan Lokal makan bersama Nasi Kuning dari Beras Mutiara yaitu beras tiruan yang terbuat dari tepung mocaf dan tepung jagung yang merupakan produk unggulan dari kelompok binaan BKP Prov. Jateng yaitu Kelompok Mutiara Baru, Desa Plumbon, Kecamatan Karangsambung, Kabupaten Kebumen. Para peserta mengenakan kaos merah putih di bulan kemerdekaan Indonesia dan dibagikan tas berisi paket pangan lokal beras mutiara, macaroni jagung dari kelompok Purwo Mandiri, Desa Purwosari, Kec. Winiboyo, kab.Temanggung, mie mocaf sayur, golden rice corn (beras jagung) dari CV. Sinarfood Healthindo, bumbu nasi kuning instan KOKITA, sosis sapi dan susu dari PT. JAPFA Comfeed indonesia, susu segar dan telur asin dari Dinas Peternakan Provinsi Jawa Tengah.

Gerakan Konsumsi Pangan Lokal diramaikan dengan jingle P2KP oleh siswa SDN 02 Ngesrep Semarang, juga dimeriahkan dengan demo olahan pangan lokal oleh chef hotel @HOM sekaligus perwakilan Indonesia Chef Association (ICA) Jawa Tengah bekerja sama dengan KOKITA. Demo menampilkan menu macaroni (jagung) saus susu dan mie sayur (mocaf) bangkok. Demo ini membuktikan bahwa pangan lokal dapat diolah dengan menu modern, disesuaikan dengan gaya hidup yang serba instan. Pangan lokal dapat bersaing di era modern jika kita mau memulainya. Ya, kita masyarakat Jawa Tengah. (Sumber BKP Propinsi Jateng)

TAHUKAH ANDA?

Tahukah anda? ternyata banyak sekali buah dan sayuran di daerah Kabupaten Pemalang. Nah untuk mengawetkan buah dan sayuran kita biasanya menggunakan lemari pendingin sebagai sarana untuk mengawetkannya, Buah-buahan yang disimpan dalam kulkas memang dapat terlihat segar. Tetapi, ada beberapa buah yang sebaiknya tidak disimpan ke dalam kulkas. Berikut ini beberapa buah yagn sebaiknya tidak disimpan di kulkas seperti diinformasikan oleh  Eatingwell.com. dan Intips.food.com

index

Pisan

 

1. Alpukat

Proses pematangan akan berjalan lambat ketika Anda membeli alpukat yang belum matang dan lalu memasukannya ke dalam kulkas. Tetapi, bisa saja Anda memasukkan alpukat ke dalam kulkas bila Anda memang telah membeli atau mempunyai alpukat yang sudah matang, namun masih ingin memakannya beberapa hari lagi.

2. Pisang

Seharusnya buah pisang tidak dimasukkan ke dalam kulkas. Pasalnya, saat Anda mengeluarkannya dan membiarkannya di ruang terbuka, maka kulit buah pisang akan berubah dengan mudah menjadi kecoklatan.

3. Tomat

Walaupun masih ada orang yang menganggap tomat masuk ke dalam kategori sayuran, namun tomat termasuk ke dalam jenis buah-buahan secara teknis. Tomat lebih menyukai sinar matahari daripada berada di suhu yang dingin. Saat dipetik, tomat akan tetap terjaga kandungan vitaminnya tanpa perlu dimasukkan ke dalam kulkas. Kulkas bukanlah tempat yang ideal untuk buah tomat.

 

Waspada terhadap Jajanan di Sekolah

Foto Waspada Pangan

Pangan adalah merupakan kebutuhan pokok manusia yang hakiki untuk bertahan hidup dimana saja berada, karenanya bahan pangan perlu tersedia dalam jumlah yang cukup, dan layak serta aman dikonsumsi. Faktor-faktor tersebut secara terkait dengan daya beli masyarakat sehingga harga produk pangan dapat terjangkau oleh masyarakat/konsumen.

Disisi lain dalam penyediaerdampakan pangan ini Kab.Pemalang menghadapi berbagai permasalahan antara lain :

  1. Lahan pengusahaan semakin sempit sebgai akibat adanya alih fungsi lahan maupun sistem warisan, sehingga kurang mendukung upaya peningkatan produk pangan.
  2. Terbatasnya akses petani terhadap sumberdaya produksi seperti permodalan dan teknologi berakibat pada rendahnya produktifitas.
  3. Adanya anomaly iklim berdampak terjadinya kekeringan dan banjir di berbagai wilayah sehingga seringkali menyebabkan kerawanan pangan yang terulang.
  4. Adanya pola pangan yang masih berorientasi pada beras/nasi sebagai sumber utama karbohidrat.
  5. Adanya kecenderungan penurunan mutu dan keamanan pangan.
  6. Persaingan penggunaan air antara sektor pertanian dan sektor non pertanian.
  7. Adanya degradasi sumber daya alam

Program ketahanan pangan nasional harus memasukan aspek keamanan pangan untuk kesehatan manusia. Tujuan utama penanganan keamanan pangan bukan hanya dari segi perdaganan semata, namun sebagai upaya untuk melindungi masyarakat dari dampak buruk yang diakibatkan oleh konsumsi pangan yang tidak aman.

Makanan jajanan adalah makanan dan minuman yang diolah oleh penyaji makanan ditempat penjualan dan atau disajikan sebagai makanan siap saji (Fast Food) untuk dijual umum selain yang disajikan jasa boga, rumah makan, restoran (Kemenkes No.942 Tahun 2003). Makanan jajanan (Street Food) sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat, baik di perkotaan maupun di pedesaan. Keunggulan mkanan jajanan adalah : murah mudah didapat, serta cita rasa yang enak dan cocok dengan selera kebanyakan masyarakat. Makanan jajanan kaki lima ternyata dapat menyumbang asupan energi bagi anak sekolah sebanyak 36%, protein 29% dan zat besi 52%. Peran penting makanan jajanan pada pertumbuhan dan prestasi belajar anak sekolah, namun keamanan makanan jajanan tersebut dari segi mikrobiologis maupun kimiawi masih dipertanyakan. Keamanan makanan jajanan yang perlu dicermati adalah penggunaan pewarna, pemanis, pengawet , kandungan mikroba dan adanya logam berat Cu dan Pb.

Menghadapi permasalahan diatas, diperlukan adanya sosialisasi mutu dan keamanan jajan sekolah, produsen dan orang tua dalam mengontrol kualitas jajanan anak sekolah.

Tujuan dari Kegiatan Sosialisasi Mutu dan Keamanan Jajan Sekolah yaitu :

  1. Meningkatkan peran guru dalam memberikan pengertian dan pengetahuan kepada anak-anak mengenai dampak negatif yang timbul apabila jajan di sembarang tempat.
  2. Meningkatkan kesadaran penjual hanya boleh menggunakan BTP yang di ijinkan dan tidak melebihi batas maksimum yang dipersyaratkan, serta tidak bolah menggunakan pewarna ataupun bahan berbahaya yang dilarang penggunaannya pada pangan.
  3. Meningkatkan kesaran penjual untuk memperhatikan keberhasilan fasilitas dan tempat penjualan untuk mencegah kontaminasi silang terhadap produk serta mempraktekkan cara pengolahan pangan yang baik terutama memperhatikan persyaratan higiene dan sanitasi

Sasaran dari kegiatan sosialisasi mutu dan keamanan jajan sekolah Kepala sekolah, guru dan penjual jajan sekolah di SD wilayah Kabupaten Pemalang.