Pemalang Pusere Jawa

Bupati Junaedi Serahkan Bantuan Korban Puting Beliung

0

Pemalang – Ketua DPRD Kabupaten Pemalang Agus Sukoco mewakili Bupati Pemalang Junaedi beserta anggota Forkorpimda Kabupaten Pemalang, didampingi Pj. Sekda Kabupaten Pemalang Nugroho Budi Raharjo, Kepala BPBD Pemalang, Camat Belik dan Kades Bulakan, hari ini Rabu, (21/11/2019), menyerahkan bantuan berupa bahan makanan seperti beras, mie instan, gula pasir, teh, munyak goreng, telur ayam, garam, saus dan kecap, sedangkan bantuan lainnya berupa material bangunan seperti seng gelombang, dan semen. Selain itu bantuan berupa uang sebanyak 55,9 juta juga diserahkan kepada korban bencana angin puting beliung, di Desa Bulakan, Kecamatan Belik.
Bantuan secara simbolis diterima Kades Bulakan Sigit Pujiono, dan perwakilan korban puting beliung.

Bupati Junaedi dalam sambutannya yang dibacakan Ketua Dewan Agus Sukoco, atas nama Pemerintah Kabupaten Pemalang, akan memberikan bantuan kepada para korban bencana di Desa Bulakan Kecamatan Belik. Namun demikian, pihaknya juga menyampaikan permohonan maaf kepada para korban bencana, apabila penyaluran bantuan ini dirasa terlambat. Hal ini dikarenakan setiap penyaluran bantuan harus melalui prosedur prosedur tertentu untuk memastikan bahwa bantuan yang disalurkan dapat diterima oleh yang berhak dan tepat sasaran.

“Saya sampaikan bahwa tidak ada maksud sedikitpun dari Pemerintah Kabupaten Pemalang untuk menunda ataupun mempersulit proses penyaluran bantuan. Syukur Alhamdulillah, berkat dukungan doa dan kesabaran Bapak dan Ibu semua, pada hari ini bantuan tersebut dapat kami salurkan kepada para korban bencana di Kecamatan Belik”, katanya.

Dikatakan kondisi geografis Kabupaten Pemalang yang terdiri dari pesisir pantai, dataran rendah, dataran tinggi dan pegunungan, menjadikan wilayah Kabupaten Pemalang sebagai wilayah yang rentan terhadap terjadinya bencana alam, seperti banjir, tanah longsor dan angin puting beliung. Seperti yang terjadi beberapa hari yang lalu, sebanyak 41 rumah dan Mushola rusak diterjang angin puting beliung, 11 kepala keluarga terpaksa mengungsi karena rumah mereka rusak berat, sama sekali tidak bisa di tinggali.

“Kondisi tersebut hendaknya tidak membuat kita takut atau khawatir. Namun demikian, kita harus selalu waspada dan siap siaga dalam menghadapi bencana, mengingat bencana merupakan suatu kondisi gawat darurat yang dapat terjadi pada siapa saja, kapan saja dan dimana saja, sehingga apabila sewaktu waktu bencana itu terjadi, kita sudah mempunyai gambaran Iangkah tindak Ianjut yang harus dilakukan”, ujarnya.

Akan tetapi, perlu kiranya semua sadari bahwa meskipun semuanya sudah sekuat tenaga dalam mempersiapkan diri guna menghadapi bencana yang sewaktu waktu dapat terjadi,
bencana itu sendiri merupakan kehendak dan kuasa Allah SWT.

“Sehingga kita tidak bisa memprediksi kapan dan dimana terjadinya bencana itu. Untuk itu, sebagai bagian dari upaya dalam meminimalisir terjadinya korban bencana, maka pada kesempatan ini saya mengajak kepada masyarakat Kabupaten Pemalang pada umumnya untuk terus selalu berdoa, meminta perlindungan pada-Nya, karena hanya Dia-lah sebaik baiknya tempat berlindung bagi umat-Nya”, tuturnya.

Terkait dengan upaya penanggulangan dan penanganan korban bencana, pihaknya telah melakukan berbagai upaya guna meminimalisir jumlah korban bencana, seperti pelatihan gladi posko penanggulangan bencana, maupun pemberian bekal ketrampilan kepada SDM
yang terkait agar memiliki pengetahuan dan ketrampilan dalam menangani korban bencana.

Comments
Loading...