Pemalang Pusere Jawa

Bupati Pemalang Buka Rakor Sensus Penduduk 2020

0

PEMALANG – Bupati Pemalang, Dr. H. Junaedi, SH., MM. Hari ini Selasa, (11/2/2020) membuka Rakor Sensus Penduduk Tahun 2020 di salah satu hotel di Pemalang. Pembukaan ditandai dengan pemukulan gong.

Selain anggota Forkorpimda, rakor dihadiri Sekda, Dr.AP. Ir. Muhamad Arifin, M.Si beserta Kepala Perangkat Daerah di lingkungan Pemkab Pemalang, Instansi Vertikal, para direksi BUMD/BUMD, para Ketua Sekolah Tinggi dan Direktur Kabupaten Pemalang, para Pimpinan Ormas dan Organisasi profesi, tokoh agama dan tokoh masyarakat di Kabupaten Pemalang.

Kepada yang hadir mengikuti rakor, Bupati berharap, agar mereka punya kesamaan visi dan persepsi sehingga dapat berperan lebih optimal dalam menyambut sensus penduduk tahun 2020. Rakor yang tengah dilaksanakan itu, menurut Bupati merupakan salah satu upaya bersama, baik Pemkab Pemalang maupun BPS Pemalang untuk mensukseskan sensus penduduk tahun 2020, dengan tajuk “Menuju Satu Data Kependudukan”.

Bupati menjelaskan, sensus penduduk sejatinya merupakan keseluruhan dari proses pencatatan total data demografis di suatu negara untuk seluruh penduduk dalam suatu periode waktu tertentu. Selain bermanfaat untuk mengetahui jumlah penduduk di suatu wilayah, sensus penduduk yang dilaksanakan setiap 10 tahun sekali itu, juga berguna untuk mengetahui karakteristik penduduk dan sebagai dasar perencanaan serta evaluasi program – program pembangunan dilihat dari berbagai bidang, antara lain, kecukupan jumlah sekolah, fasilitas kesehatan dan penyiapan lapangan kerja.

“Sensus penduduk tahun 2020 punya dua tahapan, yakni, Sensus Penduduk Online (SPO) dan Sensus penduduk dengan wawancara”, ungkap Bupati.

Bupati memaparkan, Sensus penduduk tahun 2020 yang diselenggarakan lewat online akan dilaksanakan pada 15 Februari sampai dengan 31 Maret 2020, dan itu dapat dilakukan secara mandiri melalui alamat website sensus.bps.go.id sedangkan pada tahap kedua, yakni sensus penduduk dengan wawanca, akan diselenggarakan mulai tanggal 1 sampai dengan 31 Juli 2020.

“Pada tahap kedua itu, para petugas akan mendatangi warga secara langsung”, ujarnya.

Comments
Loading...