Pemalang Pusere Jawa

Pemkab Pemalang Gelar Evaluasi Penanggulangan Stunting

0

PEMALANG – Untuk mengetahui hasil analisis stunting dilokasi masing- masing, sebanyak dua puluh lima puskesmas, Selasa (22/9) mengikuti evaluasi kegiatan implementasi penanggulangan stunting Kabupaten Pemalang tahun 2020 yang gelar Bappeda dan Dinkes Pemalang. Acara yang bertempat di salah satu hotel di Jl. Ahmad Yani Pemalang diselenggarakan selama dua hari sejak 21 September kemarin.

Indarto dari Subid Kesehatan Bidang Pembangunan Manusia Dan Masyarakat Bappeda Kabupaten Pemalang, mengatakan,  dari analisis yang telah dilakukan oleh puskesmas, hasilnya akan diketahui secara detail penyebab terjadinya stunting yang selanjutnya dapat dijadikan sebagai referensi dalam menyusun program pencegahan dan penanganan stunting kedepan serta deteksi dini.

“Hasilnya, kalau mereka sudah bisa melakukan analisis kemudian mengetahui pokok permasalahan penyebab stunting yang paling dominan itu, nanti bisa diketahui apa yang harus dilakukan”,  kata Indarto.

Menurut Indarto, acara tersebut baru pertama kali diselenggarakan untuk puskesmas. sebelumnya hanya berdasarkan laporan mereka ke Dinas Kesehatan lalu direkap.

Sementara itu Kasi Kesehatan Keluarga dan Gizi pada Bidang Kesmas Dinkes Pemalang, dr. Tettie Aidawati

berharap, Stunting di Kabupaten Pemalang bisa terus ditekan. Kalaupun sudah ada bayi atau balita yang stunting pihaknya bisa melakukan intervensi. Terkait kegiatan evaluasi yang tengah berlangsung saat itu, Tettie mengatakan evaluasi hari ini dimaksudkan untuk mengetahui hasil kegiatan yang dilakukan oleh puskesmas saat di lapangan. Suatu kegiatan, akan jadi percuma jika tidak dievaluasi karena tidak tahu hasilnya seperti apa. Dengan adanya evaluasi tersebut dapat diketahui kesulitan ataupun kendala yang ada di lapangan. sehingga tujuan utama untuk menurunkan angka stunting di Kabupaten Pemalang bisa tercapai termasuk cara penanganannya.

“Sampai saat ini kita ada dua puluh lokus. Tahun 2018 ada sepuluh lokus kemudian ditambah lagi sepuluh lokus. Harapannya nanti dari tahun ke tahun kita bisa mencari lagi. Sehingga semua desa bisa kita temukan untuk kemudian dilakukan pencegahan dan penanganan”, ujar Tettie

Dikatakannya, bahwa penyebab stunting satu sama lain saling berkaitan baik dari gizi, pola asuh maupun lingkungan. Kalau melihat dari derajat kesehatan, yang paling berpengruh adalah higien sanitasi lingkungan.

“Lingkungan, pola asuh baru gizi. tidak hanya dari Dinkes tapi kita semua dapat sengkuyung untuk bekerja sama menekan angka stunting yang di koordinatori Bappeda, sehingga bisa mengajak semua OPD untuk memikirkan stunting”, ujarnya.

Menurut Tettie, angka stunting di Pemalang sudah turun menjadi 12 % dibanding saat awal mendapatkan lokus yakni 27 %.  Sejak adanya data dari tahun 2013, kata Tettie, pihaknya mendapat lokus stunting dari 2018, 2019.  kemudian mulai mengajak OPD lain intervensi. Angka tersebut, seperti dituturkan Tettie,

sudah banyak turun. Karena harapannya setiap tahun bisa mendapatkan lokus-lokus desa yang lain.

“Bukan berarti kita banyak stunting di kabupaten Pemalang tapi dengan begitu kita bisa mengetahui semua dan bisa kita lakukan deteksi dini kita lakukan pencegahan dan penanganan”, imbuh Tettie

Comments
Loading...
bayan escort escort bayan mersin escort bayan escort brazzers tecavüz porno altyazili porno porno hikayeleri turbanlı porno escort bayan bayan escort escort bayan