Pemalang Pusere Jawa

Wakili Jateng, Maya Tampil Memukau Di Tingkat Nasional Lomba Bertutur

0

PEMALANG – Suasana haru di Aula BKD Pemalang pecah seketika usai Maya Dwi Andini, siswi SDN 02 Cangak Kecamatan Bodeh mengakhiri performanya pada Grand Final Lomba Bertutur Bagi Siswa -Siswa Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah Tingkat Nasional Tahun 2020 yang dilaksanakan secara maraton. Acara yang diselenggarakan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia ini memang luar biasa dalam mewadahi potensi yang dimiliki para siswa -siswi SD/MI.

Maya yang kala itu membawakan cerita daerah Pemalang yang berjudul “Kisah Bagalbo Sakti Dari Gunung Wangi”  penampilannya begitu memukau semua orang yang turut menyaksikan, pasalnya dari semua karakter tokoh  yang ada dalam cerita tersebut, mampu Ia perankan dengan baik.

Saat diminta tanggapannya mengenai penampilan Maya, Kabid Pengembangan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah, Adib Suharto menyatakan luar biasa, utamanya dalam penjiwaannya, memainkan karakter tokoh ceritanya, Maya bisa mengekspresikanya dengan sangat baik.

“Saya sampai terharu, luar biasa, saya mengharapkan Maya bisa juara satu dari penampilannya ada kemungkinan dia  juara satu. Kita berdoa saja semoga juara satu.”, ungkap Adib.

Senada dengan Adib, Sekdin Dinpusarda Kabupaten Pemalang, Joko Sutrisno yang turut menyaksikan penampilan Maya waktu itu juga mengatakan puas dan sangat luar biasa. Dikatakan luar biasa karena Maya merupakan dari SDN 02 Cangak Kecamatan Bodeh yang dikatakannya merupakan SD diwilayah pinggiran, tapi mampu mewakili Provinsi Jawa Tengah untuk lomba ditingkat nasional. Menurut Joko, itu tidak mudah, butuh latihan ekstra dan konsentrasi, perlu kejuangan dan perjuangan yang begitu rumit.

“Kami minta doanya, mudah – mudahan Allah SWT Ridho”, ucap Joko.

Joko menuturkan, yang pertama, secara materi, Maya mampu menguasainya secara utuh dengan buku yang diterbitkan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Pemalang. Kedua, dia mampu memerankan peran sesuai dengan tokoh yang ada dalam dicerita tersebut. Ketiga, ekpres atau mimik, karena ini dilaksanakan secara virtual, harapannya dewan juri instingnya keluar karena tampilan di layar mungkin tidak sama.

Sementara disela isakan tangis, dan dengan suara yang masih terbata- bata, Maya mengucapkan terimakasih kepada kepala sekolah, guru dan semuanya yang selama ini sudah membimbing dan melatihnya dengan tekun dan sabar sampai Ia mampu tampil di grand final lomba bertutur tingkat nasional.

“Terimakasih bapak ibu guru yang sudah melatih Maya sampai seperti ini. Kalau Maya nggak dapat juara,  Maya minta maaf karena Maya belum bisa membahagiakan pak guru, bu guru. dan sekolah”, ucap Maya lirih.

Comments
Loading...
bayan escort escort bayan mersin escort bayan escort brazzers tecavüz porno altyazili porno porno hikayeleri turbanlı porno escort bayan bayan escort escort bayan