Pemalang Pusere Jawa

Smart City Pemalang Dievaluasi

0

PEMALANG – Smart City Kabupaten Pemalang, hari ini, Rabu, (25/11/2020) dievaluasi tim asesor pusat. Evaluasi yang dilakukan secara virtual ini, dilaksanakan di ruang rapat Sekda Pemalang dan diikuti Kepala Diskominfo, Nugroho Budi Raharjo, Kepala Dindikbud, Mualip, Kepala DPMPTSP, Kaeron, Plt. Kepala Disparpora, Suharto dan sejumlah perwakilan dari OPD terkait lainnya serta Ketua tim pelaksana smart city Kabupaten Pemalang, Yudia Laksono, dan sekretarisnya, Muji Syukur.

Dalam evaluasi tersebut, Tim asesor mengkonfirmasi beberapa poin terkait langkah – langkah program gerakan menuju smart city yang telah dikirim oleh tim smart city Kabupaten Pemalang. Beberapa diantaranya mengenai  Dimensi Baseline, Dimensi Output, Dimensi Outome, Dimansi Impack dan Quickwins atau program unggulan yang didalamnya meliputi, evoting, jamilahasiek, dan central wisata moga.

Muji Syukur mengatakan, hasil evaluasi dari Kementerian Kominfo selanjutnya akan diserahkan kepada Bupati dan itu dijadikan sebagai dasar dari perbaikan dimasa yang akan datang.

Disebutkan bahwa Pemkab Pemalang berkomitmen akan selalu memperbaiki  konsep kota cerdas dalam sarana yang dapat membantu masyarakat yang berada di dalamnya untuk dapat mengelola potensi sumber daya alam dan manusia yang ada dengan efisien.
Disebutkan, indikator utama ketika smart city berhasil adalah asas manfaat yang bisa dirasakan oleh semua pihak, baik pemerintahan, dunia usaha, dan masyarakat luas.

“Smart city bukan hanya upaya revitalisasi dalam berbagai program- program pelayanan di setiap OPD, namun digitalisasi merupakan bagian dari itu, contoh pelayanan satu pintu terkai perijinan yang lebih cepat  dan efisien sehingga menjadikan kondisi untuk investasi di Kabupaten Pemalang lebih baik.

Lebih lanjut dikatakan, tidak terlalu lama Kominfo berkomitmen dalam persoalan minimnya akses internet di wilayah  – wilayah terpencil yang selama ini menghambat kemajuan pembangunan di wilayah itu.

“Akan kami wujudkan dengan cara mempertemukan perusahaan provider internet dengan pemerintah desa setempat sehingga ada kesepakatan kerjasama yang dapat menelan harga dan peningkatan infrastruktur layanan dan itu juga bagian dari smart city “, ujar Muji.

Di dalam pelaksanaannya, evaluasi implementasi program gerakan menuju 100 smart city,  dilakukan terhadap lima dimensi. Pertama,  Dimensi Baseline yang merupakan kondisi awal sebelum program smart city. Evaluasi terhadap baseline dilakukan sebagai rujukan bagi evaluator dalam menilai capaian output, outcome dan impact dari implementasi smart city serta perubahan yang terjadi sebelum dan sesudah daerah yang yang dievaluasi mengikuti program gerakan menuju 100 smart city. Pada evaluasi pertama setelah selesainya pelaksanaan Gerakan Menuju 100 Smart city oleh peserta, maka kondisi baseline yang digunakan adalah kondisi sebelum peserta menjadi bagian dari Gerakan Menuju 100 Smart city, sedangkan pada tahap evaluasi berikutnya, kondisi baseline yang digunakan adalah kondisi pada setiap tahun pelaksanaan evaluasi.

Kedua adalah keluaran program smart city (output) hasil langsung dari proses pendampingan yang dilakukan kepada peserta gerakan. Evaluasi terhadap Output dilakukan terhadap tiga elemen, yaitu: kebijakan smart city, kelembagaan smart city, dan anggaran smart city. Sehingga evaluasi output, dilakukan untuk mengukur capaian keluaran dari pelaksanaan gerakan menuju 100 smart city terhadap daerah peserta.

Ketiga mengenai hasil program smart city (outcome), keluaran lanjutan dari gerakan menuju 100 smart city yang dijalankan oleh peserta di daerahnya. Evaluasi terhadap outcome dilakukan untuk melihat adanya tindak lanjut dari Output (keluaran) setelah selesainya proses pendampingan oleh Kementerian. Evaluasi terhadap Outcome dilakukan untuk mengukur pelaksanaan implementasi smart city di daerah.

Keempat adalah Dampak program smart city (Impact), evaluasi terhadap impact atau dampak dilakukan untuk melihat adanya perubahan yang nyata di tengah -tengah masyarakat dengan adanya implementasi smart city di daerah peserta serta menilai adanya kesinambungan dan keberlanjutan dari program smart city di sana. Evaluasi terhadap dampak dari implementasi smart city di daerah dilakukan terhadap 3 elemen, yaitu: perbaikan kondisi daerah, keterlibatan masyarakat, dan keberlanjutan program smartcity.

Yang kelima adalah Quick Wins. Pada dimensi Quick Wins ini dilakukan evaluasi quick wins berdasarkan indikator perumusan inovasi, daya tarik inovasi, manfaat inovasi, keunikan inovasi, peluang kemitraan, potensi pengembangan, keberlanjutan, sumber daya, dan analisis risiko.

windows 7 ultimate kaufen
Comments
Loading...