Pemalang Pusere Jawa

Intensitas Hujan Tinggi, Sejumlah Desa Di Pemalang Tergenang banjir

0

PEMALANG – Akibat curah hujan yang cukup tinggi yang turun dari sejak sore hingga rabu malam, (13/1/2021) tak pelak membuat sebagian wilayah di Kabupaten Pemalang mengalami banjir dengan kedalaman yang bervariasi. Beberapa desa yang terdampak banjir diantaranya, Di Desa Lawangrejo, Asemdoyong, Widodaren dan Pesucen. Namun kondisi beberapa desa tersebut secara umum saat ini sudah relatif normal karena air sudah surut.

Saat melakukan cek lokasi banjir, pada Kamis (14/1/2021) Kepala BPBD Kabupaten Pemalang, Wahadi mengatakan, secara umum air sudah surut, hanya mungkin di sungai medana dan sungai rambut yang posisi atau jaraknya cukup berdekatan. Wahadi menjelaskan, pada rabu malam, debit air limpas yang paling parah terjadi di Bendung Gongseng. Ditambah lagi dengan derasnya arus sungai medana yang airnya telah menyatu. Kata Wahadi, debit air yang paling tinggi dari Gongseng, sehingga untuk yang di Kecamatan Pemalang, secara umum tadi pagi sudah surut. tinggal beberapa titik genangan air yang ada di akses jalan Desa Tambakrejo, kemudian di wilayah Lawangrejo yang masuk kearah wilayah Tegal, yakni di jalan nasional Bojongkelor yang hingga pukul 09.00 WIB masih tergenang dan berangsur surut.

Sementara itu, kondisi banjir yang terjadi selama dua malam berturut-turut di Desa Asemdoyong, lebih diakibatkan karena limpas sungai waluh yang muaranya ada di desa tersebut. Menurut Wahadi, limpas airnya cukup tinggi sehingga mengakibatkan empat perahu yang tengah bersandar tenggelam. Kemudian pada malam sebelumnya, yakni rabu kemarin (13/1) juga ada dua perahu yang tenggelam. namun secara umum kondisinya saat ini sudah normal kembali. Sedangkan untuk wilayah Kecamatan Petarukan, Ulujami dan Comal kata Wahadi, sudah tidak ada masalah. Karena limpas di Bendung Sokawati dalam status masih aman. dikarenakan pada rabu malam, limpasnya baru 240cm.

Dari hasil pantauan yang dilakukan bersama jajarannya, Wahadi mengungkapkan, Banjir limpas sungai yang terjadi saat ini tidak sampai ada korban jiwa dan kerugian juga tidak terlalu banyak. Namun beberapa infrastruktur jalan mengalami kerusakan.

Terkait dampak La Nina, Wahadi mengingatkan agar masyarakat dapat meningkatkan kewaspadaan khususnya pada bulan januari-februari. Karena Pemalang termasuk daerah rawan bencana, Wahadi mengharapkan masyarakat Kabupaten Pemalang khususnya di daerah pantura untuk waspada. adapun bentuk kewaspadaan yang dimaksud adalah pada waktu malam hari, apabila di daerah selatan turun hujan pada sekitar sekitar pukul satu atau dua siang sampai dengan sore hari, yang berakibat air sampai di daerah pantura, maka masyarakat untuk selalu waspada. Dan kalau ada tanda-tanda banjir, paling tidak masyarakat bisa mengamankan diri. Wahadi juga mengimbau agar dalam kondisi hujan seperti sekarang ini, masyarakat dapat menyimpan barang-barang berharganya ditempat yang tinggi. Karena kita tidak pernah tahu kapan banjir akan datang.

Salah satu cara untuk mengantisipasi terjadinya banjir, seperti diharapkan Wahadi, masyarakat tidak membuang sampah di sembarang tempat, kemudian melakukan pengurasan pada saluran-saluran air terlebih di daerah perkotaan, termasuk waspada terhadap pohon tumbang jika terjadi hujan yang disertai angin.

Kepada seluruh masyarakat Kabupaten Pemalang, Wahadi kembali mengingatkan, kalau suatu saat terjadi bencana, supaya segera melakukan koordinasi dengan pihak desa. Desa kemudian akan melanjutkan ketingkat kecamatan. Karena menurut Wahadi, Forkopimca merupakan salah satu bagian dari pilar yang menangani kebencanaan.

Wahadi berharap, semua instansi baik vertikal maupun instansi pemerintah, bisa bareng-bareng menangani bencana dan bisa saling memberikan informasi kepada masyarakat baik pada pencegahan, saat terjadi bencana maupun pasca bencana dan bersama-sama memberikan pelayanan kepada masyarakat sehingga masyarakat merasa nyaman.

Comments
Loading...