Pemalang Siaga El Nino, Kekeringan Diprediksi Mulai Mei hingga September

Bagikan :

PEMALANG – Pemerintah Kabupaten Pemalang mulai meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi kekeringan akibat fenomena El Nino, yang diprediksi terjadi pada pertengahan Mei hingga September 2026.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pemalang, Agus Ikmal mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil sosialisasi, wilayah Jawa Tengah secara umum akan terdampak kekeringan sejak April. Namun, khusus di Kabupaten Pemalang, puncak dampak diperkirakan mulai terasa pada pertengahan Mei.

“Di Kabupaten Pemalang diperkirakan terjadi kekeringan atau fenomena El Nino mulai bulan Mei sampai dengan September,” ujar Agus saat ditemui di Desa Penakir, Kamis (2/4/2026).

Fenomena El Nino sendiri merupakan pemanasan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengah hingga timur yang berdampak pada penurunan curah hujan di wilayah Indonesia, termasuk Jawa Tengah.

Agus menyebutkan, kekeringan tahun ini diprediksi lebih parah dibandingkan tahun sebelumnya, baik dari sisi intensitas maupun durasi. Kondisi tersebut berpotensi mengganggu berbagai sektor, terutama kebutuhan air bersih masyarakat dan pertanian.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, BPBD Kabupaten Pemalang telah melakukan berbagai langkah mitigasi, termasuk menyusun perencanaan penanganan bencana serta memperkuat koordinasi lintas sektor.

“Kami sudah berkoordinasi dengan sejumlah OPD dan lembaga seperti PDAM, PMI, Baznas serta instansi terkait lainnya untuk kesiapsiagaan menghadapi kemarau panjang,” jelasnya.

Sementara itu Sekretaris Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan (Dispantarik) Kabupaten Pemalang, Akhmad Hilmi, mengatakan bahwa sektor pertanian menjadi salah satu yang paling rentan terdampak kekeringan.

Pihaknya telah melakukan sejumlah langkah mitigasi, diantaranya pendataan lahan rawan kekeringan serta penyediaan sarana pendukung seperti pompa air untuk menjaga suplai irigasi.

“Kami melakukan pendataan lahan yang berpotensi mengalami kekeringan parah, serta menyiapkan program pompa air untuk membantu pengairan lahan pertanian,” kata Hilmi.

Selain itu, pemerintah daerah juga telah menyiapkan cadangan pangan guna mengantisipasi potensi gagal panen akibat kekeringan. Tahun ini, cadangan pangan yang disediakan mencapai 20 ton.

Dengan berbagai langkah tersebut, pemerintah berharap dampak El Nino dapat diminimalisir, serta ketahanan pangan dan kebutuhan air masyarakat tetap terjaga selama musim kemarau panjang berlangsung.

Dapatkan update berita dan informasi terbaru setiap hari dari Pemerintah Kabupaten Pemalang. Mari bergabung di Channel Telegram "Pemerintah Kabupaten Pemalang", caranya klik link https://t.me/pemkabpemalang, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Berita Terkait